Frozen Food Buka Kesempatan Bisnis di Tengah Covid- 19

frozen food

Pelatihan ini diharapkan dapat membagikan inspirasi untuk bunda rumah tangga yang mempunyai keahlian memasak, pekerja yang terserang pemangkasan gaji

Aktivitas berjudul“ Mari Jadi Pebisnis Frozen Food” ini memperkenalkan praktisi serta institusi kuliner awal, ialah Shinta, pengusaha kuliner MpekMoy, serta Executive Chef Aston Prioritas Simatupang, Djoko Hendrasto.

Pandemi virus corona baru( covid- 19) membuat banyak warga lebih memilah berbelanja di rumah membuat permintaan hendak frozen food ataupun santapan beku bertambah lumayan signifikan akibat warga yang lebih banyak menetap di rumah.

Memandang kesempatan tersebut, media online Jagatbisnis bekerjasa sama dengan Hotel Aston Prioritas Simatupang Jakarta mengadakan pelatihan kerja secara webiner zoom.

Aktivitas berjudul“ Mari Jadi Pebisnis Frozen Food” ini memperkenalkan praktisi serta institusi kuliner awal, ialah Shinta, pengusaha kuliner MpekMoy, serta Executive Chef Aston Prioritas Simatupang, Djoko Hendrasto.

Pelatihan ini diharapkan dapat membagikan inspirasi untuk bunda rumah tangga yang mempunyai keahlian memasak, pekerja yang terserang pemangkasan pendapatan, ataupun hadapi Pemutusan Ikatan Kerja( PHK) supaya senantiasa menciptakan pemasukan lewat bisnis frozen food.

Shinta selaku pengusaha kuliner MpekMoy lagi mengarahkan jadi pebisnis frozen food.

“ Intinya jika cuma ilham saja tanpa di eksekusi tidak hendak jalur. Jadi, kita wajib berani buat melaksanakannya. Gampang ataupun sulit itu proses,” kata Shinta.

Memanglah bisnis frozen food tidak gampang. Apalagi, dia telah sering kali jatuh bangun. Tetapi, kegagalan yang dialaminya ialah ilmu gimana dapat belajar dari kegagalan yang kemudian, sehingga ke depan tidak mengulanginya lagi.

“ Aku kesekian kali jatuh kerap. Namun, aku berniat kalau apa yang aku jalani ini pula dapat berguna untuk banyak orang. Ya, aku dapat memiliki pegawai serta sebagainya. Buat itu wajib diawali, wajib dicoba,” tuturnya.

Berikutnya, kata wanita berumur 48 tahun ini, buat promosi di dini dapat dicoba di area rumah, ataupun melalui pertemanan di media sosial semacam facebook ataupun whatts up.

“ Dari Pre Order kita mulai yakin, dari sana kita wajib tidak berubah- ubah buat melaksanakan promosi produk frozen food yang kita tawarkan. Di dini lewat pertemanan di group( medsos), lambat- laun hendak tumbuh,” ucapnya.

Di sisi lain, pasti saja tidak hanya mencermati cita rasa yang lezat, pula dalam proses pengolahan frozen baik mulai dari memasak sampai packaging wajib mencermati protokol kesehatan.

Keunggulan frozen food sendiri dapat bertahan lama optimal sampai 6 bulan. Dikala ini, produk frozen yang dimiliknya, antara lain pempek, somay, pindang patin, pindang daging, ketahui baso, dimsum, otak- otak, serta tekwan.

“ Produk frozen bagus, bertahan lumayan lama. Misalkan, santapan aku bertahan sangat lama sampai 6 bulan. Lebih dari 6 bulan, teksturnya berganti, tetapi buat rasanya masih senantiasa sama, enggak berganti, masih lezat,” jelas Shinta.

Sedangkan, Djoko Hendrasto melaporkan kalau dikala ini ialah kesempatan yang pas gimana dapat menggunakan di tengah pandemi Covid- 19 supaya senantiasa produktif, sehingga dapat memperoleh pemasukan yang menggiurkan.

“ Jadi memanglah malah wajib berpikir terbalik kalau pandemi Covid- 19 jadi kesempatan. Bila istri jago memasak, dari hoby itu dapat kita karyakan, sehingga dapat memperoleh income,” ucap laki- laki yang sudah bekerja bagaikan chef sepanjang 20 tahun ini.

Kendati demikian, untuk yang tidak jago memasak dapat belajar memasak lewat fasilitas internet.“ Adik aku dapat memasak dari internet. Ia coba setahun, serta saat ini pintar memasak,” pungkas Djoko.

Kegiatan pelatihan” Ayo…Jadi Pebisnis Frozen Food” pula didukung oleh Mandiri Taspen, Sharp, Aston Prioritas Simatupang, Coca Cola Amatil, Indofood, Frisian Flag, Ichitan serta Evermos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *